Senin, 07 Juli 2014

Kritik Seni Rupa 1 (Analisis Karya Iwan Febrianto)

KRITIK SENI RUPA






Cari aku di Indonesia. Drawingpan on Paper. 60cm x 50cm. 2013. Iwan Febrianto. Salah satu karya dalam Pameran Tungal Pendidikan Seni Rupa berjudul “Budayaku, Budayamu, Budaya Kita” yang dipamerkan tanggal 17-18 Agustus 2013 di SMA N 3 Semarang.



1.    DESKRIPSI

Karya karya Iwan Febrianto yang berjudul “Temukan Aku di Indonesia” dengan ukuran 60cm x 50cm ini menghadirkan figur seekor burung “Jalak Bali“. Burung Jalak merupakan salah satu burung endemik Bali. Hal ini memperkuat terbukti dengan penempatan ojek Barong pada bagian atas, dan bagian bawah yang merupakan gambar objek bunga kamboja. Karya Iwan Febrianti ini dominan menggunakan warna hitam putih pada bidang keseluruhan gambar, motif geomtris pada bentuk oval yang melingkari figur burung. Objek ini disajikan secara dua dimensi dari depan  secara vetikal dan dikomposisikan berada ditengah-tengah bidang kertas, tidak ada pergerakan dalam penggambaran objek,. Iwan Febrianto  juga menghadirkan motif-motif ukiran pada sekeliling objek burung Jalak tersebut.

2.    ANALISIS

Secara proporsi bentuk burung ini diadopsi dengan bentuk aslinya, namun bentuk burung tersebut digarap tidak begitu realis, namun giresan yang di tampilkan pula masih terlihat sedikit kasar, seperti terlihat pada penggambaran background di hadapa burung yang seakan terlihat kaku. Penggarapan karya ini dominan warna hitam putih, namun akan kebih bagus jika penggarapannya diterapkan jika menggunakan warna. Pemberian gambar barong yang digambarkan tidak terlalu realis namun mampu memberikan kesan dominan pada penciptaan karya serta adanya keseimbangan antara satu sama lain. Pencitraan gradasi warna pada karya ini sangat tepat,namun sedikit kurang tepat jika arsiran background pada bagian pojok kanan atas dan pojok kiri bawah berbeda. Terlihat kurang dominan antara penggunaan pointilis dan arsiran garis dalam pembuatan gradasi pada background. Akan lebih baik jika penggunaan arsiran di sama ratakan sehingga mampu memberi kesan serasi dan diminan.  Dalam karya ini pula Iwan febrianto memberikan sentuhan motif geometris segita dan tidak terlalu ditonjolkan dalam mengarsirnya.
Motif ukiran juga disajikan dalam karya ini, penempatan yang teratur, namun lekukan-lekukan ukiran masih terkesan kaku tidak melekuk secara lembut. Serta pemberian warna yang cenderung gelap atau menonjolkan sedikit warna terang yaitu hanya satu warna putih. Peletakan objek secara vertikal dan penempatan burung di tengah.


3.    INTERPRETASI

Dalam karya pameran yang diciptakan oleh Iwan febrianto ini menghadirkan objek burung jalak Bali dan Gunungan, pada karya yang dibahas nampaknya sang seniman menghadirkan representasi bentuk yang berfariasi melalui teknik arsiran yang dikuasainya dengan tema atau maksud penciptaan karya yang masih minim. Dibandingkan dengan karya yang sebelumnya gambar “Temukan Aku di Indonesia” ini lebih unik dari yang lain. Seniman mampu menunjukkan bahwa inilah burung jalak Bali yang mulai langka atau bahkan sudah punah. Dalam gambar karya Iwan Febrianti ini yang menjadi titik fokus adalah penggambaran lingkaran putih pada sisi kanan kepala burung Jalak, dan tatapan burung Jalak pula mengarah pada lingkaran putih tersebut. Pesan yang mungkin ingin di sampaikan oleh seniman adalah berikan cahaya kehidupan pada burung jalak agar tetap lestari dan tidak terseleksi oleh alam dan punah.

Kemudian pemberian gambar barong yang terkesan tajam, dan dapat diartikan pula bahwa dalam melestarikan kehidupan suatu ekosistem atau kehidupan burung jalak ini harus teliti, selalu memantau bagaimana kehidupan burung jalak agar tidak punah seperti tajamnya mata barong. Pemberian sentuhan lingkaran bermotif geometris dominan segitiga yang mengelilingi burung jalak Bali ini dapat di simbolkan bahwa seniman ingin memberikan informasi bahwa maksud lingkaran ini adalah kandang atau kurungan. Iwan Febrianto ingin mengajak bersama-sama, gotongroyong, satu kesatuan dalam menjaga kelestarian burung Jalak Bali ini dengan simbol lingkarang yang mengikat serta tidak ada ujung dan selalu berbutar.

Selanjutnya pemberian motif ukiran dan bunga kamboja, dari pemberian motif ukiran yaitu ukiran sendiri memiliki ciri khas dengan lekukan yang lembut dan meliuk-liuk yang dapat diartikan bahwa dalam melestarikan ekosistem kehidupan burung Jalak Bali ini, harus memperhatikan sikap manusianya yang harus tetap lembut tanpa adanya kekerasan seperti entah menghancurkan ekosistem kehidupan burung Jalak dengan memburu. Pemaknaan dari bunga kamboja sendiri memiliki ciri khas keharuman, wangi dan kedamaian setiap insan yang mencium keharuman bunga kamboja.

Secara keseluruhan pemaknaan karya Iwan Febrianto yang berjudul “Temukan Aku di Indonesia” dapat ditarik kesimpulan bahwa dalam melestarikan burung Jalak Bali harus memperhatikan bagaimana etikanya, serta bergotongroyong bersama-sama dalam melestarikan burung Identitas pulau Dewata ini. Hendaknya tetap memberikan kebebasan hidup anatara sesama makhluk hidup, agar dapat dikenal oleh hal layak bahwa burung Jalak adalah identitas pulau Dewata Bali, yang dapat disimbolkan seperti halnya keharuman bunga kamboja, yang mampu dikenal oleh masyarakat di luar pulau Dewata.  

4.    PENILAIAN

Secara teknik karya ini bagus dan representatif untuk dipamerkan dapat diamati dari ide yang dituangkan oleh Iwan Febrianto yang telah tersampaikan dengan jelas apa maksud yang dia ciptakan ini. katepatan tema, ide/gagasan dan pembuatan gambar saling memiliki satu kesatuan. Dari bentuk menurut kami cukup proporsional, dapat dilihat dari penggambaran bagian perbagian objek gambar. Dibandingkan yang lain lukisan dengan judul “Temukan Aku di Indonesia” ini berbeda dengan yang sebelumnya, dapat di amati bahwa gambar ini memiliki maksud dan tujuan yang ingin disampaikan oleh Iwan.


Dengan demikian lukisan ini cocok untuk dipamerkan. Gambar yang sebelumnya kurang menonjolkan apa maksud dan tujuan yang ingin di sampaikan, namun gambar berjudul “Temukan Aku di Indonesia ini”  berhasil dalam menyampaikan ide dan gagasan serta pencapaian klimaks yang bagus dalam menciptakan gambar burung Jalak bali ini tanpa ada penambahan aksen-aksen atau ornamen- ornamen yang berlebihan. Sehingga mampu menarik perhatian yang melihatnya. bagus dalam menciptakan lukisan ikan ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar